Pada waktu lalu, Wagub DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok), pernah mengancam pidana para PKL Tanah Abang bila mereka enggan direlokasi. Usai pernyataan tersebut, Ahok disomasi oleh sosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) yang menentang perlakuan kasar olehnya kepada PKL. Namun, ternyata menurut Jokowi, Ahok hanya menggertak. Mengapa Jokowi bisa bilang begitu?

Ketika Jokowi masih menjabat sebagai Walikota Solo, ia mengaku pernah memenjarakan 4 PKL yang menolak direlokasi. Ahok pun menceritakan, “Pak Jokowi bilang saat dirinya baru enam bulan menjabat Walikota Solo sudah mempidanakan empat orang PKL. Pak Jokowi ngomong begitu, saya pidanain empat,”.

Hukuman kepada empat PKL tadi hanya sekedar tindak pidana ringan atau tipiring. “Walaupun tipiring, tiga bulan juga lumayan kata beliau, kan 3 bulan juga bikin kapok, hehehe,” canda Ahok sambil menceritakan kisah Jokowi.

ahok marah pkl-jakarta punya cerita
Nah, sekarang bayangkan dengan pernyataan yang pernah diucapkan oleh Ahok kepada PKL, mungkin Ahok hanya pandai menggertak, tak seperti Jokowi.

Sekarang, bayangkan kalau pada waktu yang berbicara adalah Jokowi, pasti sekarang sudah banyak PKL yang masuk penjara karena ulahnya sendiri.

Hukum Yang Akan Memenjarakan PKL

Lagipula, relokasi ke Blok G adalah sebuah cara yang sangat baik untuk mengurangi kemacetan. Sebab, para PKL kini masih berjualan di pingir jalan, yang justru membuat resah masyarakat lainnya.

“Tugas kami kan memang itu, kita bayangkan PKL menduduki jalan, berapa triliun warga DKI yang rugi karena macet. Tugas kami bagaimana mensirkulasi ini,” ucap Ahok.

Ahok pun percaya diri untuk merelokasi PKL dengan alasan adanya Perda Nomor 8 Tahun 2007 dan UU Nomor 22 tahun 2009 yang berisi tentang aturan ketertiban umum. “Itu jelas bahwa yang menempati jalan itu hukuman pidana. itu bukan kami yang mengancam. Tapi hukum yang mengancam kurungan penjara atau denda Rp 50 juta,” jelas Ahok.

Foto: vivanews

Foto: vivanews

Nah, seharusnya dengan kejelasan seperti ini para PKL dapat membuka pikirannya dengan luas. Tempat sudah ada di Blok G dan sudah diperbarui, namun para PKL masih ngotot untuk tidak pindah dari pinggir jalan dengan alasan bahwa mereka sudah membayar usang sewa jutaan rupiah.

Nah, mereka bayar ke siapa? Silakan berkomentar.

sumber: beritajakarta, merdeka.com, republika

This post has already been read 1041 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter