Ali Sadikin merupakan seorang letnan jenderal Korps Komando Angkatan Laut (KKO-AL) dan mantan Gubernur DKI Jakarta. Pada tahun 1966 beliau ditunjuk oleh Presiden Soekarno sebagai Gubernur Jakarta. Sebagai seorang gubernur, Bang Ali, begitu panggilan akrabnya, memiliki kepribadian yang sederhana dan merakyat sehingga tidak heran jika beliau dicintai oleh rakyatnya, khususnya penduduk kota Jakarta. Jasa seorang Ali Sadikin dalam membangun kota Jakarta sangatlah besar.

Pada saat menjabat untuk pertama kalinya pada tahun 1966, Jakarta berada pada kondisi yang kacau di mana inflasi bisa mencapai 600 persen serta sarana kesehatan, pendidikan, tempat ibadah, dan pasar jumlahnya sangat kurang untuk melayani masyarakat. Sedangkan untuk membangun kota tersebut membutuhkan dana yang besar, ditambah lagi pada saat itu anggaran yang tersedia hanya Rp. 66 juta. Sebagai seorang gubernur, Ali Sadikin tidak pernah surut semangatnya. Dengan gagasan yang cukup kontroversial pada saat itu, beliau melegalisasikan perjudian untuk mengisi pemasukan anggaran daerah.

Tidak hanya perjudian saja yang dilegalisasi, Ali Sadikin juga melagalisasi pelacuran, tempat hiburan, dan panti pijat. Pada saat itu mulai dibuat sebuah lokalisasi untuk pelacuran di komplek Kramat Tunggak, sehingga tidak menyebar di tempat umum dan meresahkan masyarakat. Karena beliau mempunyai prinsip yang kuat, semua protes dari ulama dan pemuka agama pun tidak beliau hiraukan. Hasil dari pemungutan pajak itu semua dianggarkan untuk membuat jalan-jalan yang mulus di seluruh Jakarta dan menambah sarana umum bagi masyarakat, seperti rumah sakit, sekolah, halte, jembatan, dan masih banyak lainnya.

ali sadikin, jasa ali sadikin

Jasanya yang sampai sekarang masih nyata dapat dimanfaatkan adalah Taman Mini Indonesia Indah, Taman Ismail Marzuki, Taman Impian Jaya Ancol, Kebun Binatang Ragunan, Taman Ria Monas, Proyek Senen, dan masih banyak lainnya. Perjuangan Ali Sadikin dalam membangun Jakarta sampai seperti sekarang ini tentu tidak mudah dan patut diapresiasi.

Beliau jugalah yang mencetuskan untuk pertama kalinya diadakan pesta rakyat di tiap tahunnya pada hari jadi kota Jakarta, yaitu 22 Juni. Selama masa jabatannya, Ali Sadikin memberikan gagasan ide yang bermanfaat bagi Ibu Kota Indonesia ini, seperti penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta yang sekarang disebut dengan Jakarta Fair serta adanya acara kontes Abang None Jakarta yang masih diselenggarakan rutin sampai sekarang. Semua gagasan Ali Sadikin itu tidak lain guna menarik perhatian wisatawan sehingga dapat membangun Jakarta sebagai kota industri dan hiburan.

This post has already been read 666 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter