Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menyarankan agar warga Jakarta tak lagi menggunakan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum. Hal tersebut ditopang dengan bertambahnya koridor busway. Namun, mengapa warga Jakarta tak juga mengikuti saran dari Gubernur dan Wagub?

Kondisi Bus

Sejak awal tahun 2013 ini, jumlah armada bus transjakarta kian bertambah. Seperti yang tertulis di situs transjakarta.co.id bahwa jumlah armada bus yang beroperasi ada 669 unit. Sedangkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahta Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok, mempunyai target 1000 armada.

Namun, bertambahnya armada sepertinya tak membuat kondisi bus transjakarta membaik. Pasalnya, masih banyak ditemukan bus-bus yang kondisinya mengenaskan. Contohnya, seperti yang dikutip dari jakartabagus.com, seorang penumpang mengeluhkan kondisi AC bus yang sering bocor, “Saya pernah naik bus Transjakarta tapi bocor AC-nya. Baju saya jadi basah karena busnya memang penuh pada jam pulang kantor,” katanya. Ada juga yang mengeluhkan soal pintu yang sering macet dan kadang tak mau tertutup. Bahkan, bus transjakarta koridor IV jurusan Pulo Gadung – Dukuh Atas sering kali mogok.

Nah, pertanyaannya adalah, apakah dengan bertambahnya armada maka bus-bus berkondisi buruk juga akan diganti? Atau penambahan bus hanya terjadi di koridor-koridor besar dan baru saja, sedangkan bus-bus di koridor lama dibiarkan membusuk seperti anak tiri yang tak diperhatikan?

Jeritan Penumpang

Mungkin hampir semua penumpang transjakarta memiliki harapan-harapan yang belum pernah terwujud. Saya akan memberi contoh nyata yang mungkin pernah kamu rasakan sendiri; Layaknya anak kecil, sebagian penumpang kian mengeluh saat melihat antrian penumpang yang mengular di halte busway, “Gimana sih ini pelayanannya? Woy!”, atau kadang kamu mendengar keluhan seperti ini, “Busnya lama banget datengnya!”. Nah, biasanya hal tadi terjadi karena mereka jengah menunggu bus terlalu lama, bahkan lebih dari 30 menit.

Foto: lensaindonesia.com

Foto: lensaindonesia.com

Didalam bus terdapat stiker yang menyebutkan bahwa penumpang lain harus memprioritaskan penyandang disabilitas. Namun, seperti yang dikutip dari liputan6.com, penyandang disabilitas kian mengeluh, bahkan mereka kesulitan untuk masuk ke dalam bus dikarenakan jarak antara pinggiran halte dengan pintu bus cukup jauh. Pada peristiwa itu, gubernur Jokowi Dodo pun memantau.

Hmm, satu hal lagi yang saya sangat sayangkan. Untuk kamu ketahui, honor sopir transjakarta mencapai Rp 7,7 juta, bahkan dikabarkan melebihi gaji dokter non PNS. Mengingat hal ini, saya kian bertanya-tanya, mengapa dengan gaji yang begitu besar namun mereka tidak bekerja selama 24 jam. Mengapa?

Masa Pergantian

Seperti yang telah diberitakan, pada bulan Juni 2013 kemarin, kepala Unit Pelayanan (UP) Transjakarta, M. Akbar, dicopot jabatannya oleh Jokowi Dodo. Pelaksana Sekretaris Daerah, Wiryatmoko, mengatakan bahwa hal tersebut tak ada hubungannya dengan persoalan kinerja. Namun, dikutip dari detik.com, Jokowi berkata, “Busnya ya dikelola, di-manage tidak kelihatan. Rusak-rusak,”.

Kini, Kepala UP Transjakarta dijabat oleh Pargaulan Butar-Butar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan. Apakah dengan pergantian ini pelayanan transjakakarta akan membaik?

Harapan-Harapan

Dengan adanya pergantian dan keluhan-keluhan diatas, saya dan mungkin segenap warga Jakarta mengharapkan agar pelayanan bus transjakarta membaik.

Tak ada lagi antrian panjang terlihat di halte-halte busway, karena bus cepat datang.

Tak ada lagi keluhan tentang AC bocor, pintu macet, bus mogok, dan terbakar, karena bus-bus di koridor lama pun ikut diganti dengan yang baru.

kisah bus transjakarta-jarak-jakarta punya cerita
Tak ada lagi penyandang disabilitas yang mengeluhkan tentang betapa sulitnya mereka masuk ke dalam bus, dikarenakan penuh dan jauhnya jarak antara pinggiran bus dan pintu halte, karena para sopirnya semakin pandai menyetir.

Mungkin inilah alasan mengapa warga Jakarta tak juga kunjung beralih ke angkutan umum. Punya keluhan-keluhan lain tentang Transjakarta? Atau tidak sependapat dengan saya? Kirim komentarmu di bawah ini.

This post has already been read 1310 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter