Mungkin judul di atas menggiring tangan Anda untuk membuka halaman artikel ini. Kata “mengapa” adalah sebuah bentuk pertanyaan yang belum tentu memiliki jawaban. Namun, jika kita membicarakan tentang sesuatu yang sudah atau pernah terjadi, pasti akan ada jawabannya. Lantas mengapa Jokowi sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta? Bagaimana, mudahkah menjawab pertanyaan tersebut?

Ada banyak faktor yang membuatnya sukses. Mungkin karena beliau memiliki sifat tangguh? Bisa jadi beliau bersifat disiplin? Bahkan mudah saja untuk menjawabnya dengan, takdir. Tetapi, saya tidak akan menjawabnya melalui kacamata warga sipil, melainkan melalui kacamata Hermawan Kartajaya.

Siapa Hermawan Kartajaya? Adalah pakar pemasaran dari Indonesia. Hermawan menjabat sebagai Presiden World Marketing Association (WMA) sejak tahun 2002. Oleh The Chartered Institute of Marketing, ia dinobatkan sebagai salah satu dari “50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing”. Tentu saja ia bukan orang sembarangan. Dan, saya akan mengambil salah satu penjelasannya terkait kesuksesan Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Tidak Ganteng Tapi Bisa Jadi Gubernur

Dalam sebuah forum marketing yang diadakan di Jepang, Hermawan menjelaskan tentang alasan kesuksesan Jokowi. Sebab, sepak terjang Jokowi sudah tersiar sampai ke negara sakura. Hermawan bertanya kepada hadirin forum, “Jokowi itu tidak ganteng tapi kok bisa menjadi Gubernur DKI Jakarta dan mendapat dukungan sangat besar dai masyarakat Indonesia?”. Hadirin pun tampak bersemangat sekaligus tak sabar mengetahui jawabannya. Hermawan menjelaskan, “Jokowi itu yang tak punya KTP Jakarta tapi menjadi Gubernur Jakarta menganut filosofi marketing horisontal bukan vertikal. Merasa setara dengan masyarakat biasa, sederhana, tak merasa sebagai orang besar orang tinggi”.

Mengapa Jokowi Sukses Menjadi Gubernur DKI Jakarta-1

Mengapa Jokowi Sukses Menjadi Gubernur DKI Jakarta-1

Hermawan pun menambahkan, “Sebagian besar kerjanya kini banyak blusukan ke masyarakat karena memang merasa dirinya bagian dari masyarakat, bukan hebat sendiri mentang-mentang Gubernur, tetapi lebih kepada konsep Sosial. Itulah yang membuat Jokowi berhasil, bukan karena mukanya yang ganteng, tetapi kesederhanaannya,”.

Mungkin Anda menyetujuinya pendapatnya, dan sah saja jika Hermawan berpendapat bahwa Jokowi tidak ganteng. Tetapi yang menjadi point penting atas jawaban tersebut adalah, Jokowi merasa setara dengan masyarakat biasa, sederhana, dan tak merasa sebagai orang besar. Lagipula, tidak ada warga yang menyukai penguasa yang sombong dan semena-mena. Setuju?

Jika Hermawan Kertajaya memiliki pendapat tentang kesuksesan Jokowi, lantas bagaimana dengan pemikiran Jokowi sendiri tentang bagaimana caranya beliau sukses?

Tips Sukses Ala Jokowi

Selain menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi adalah seorang pengusaha mebel yang sukses, bahkan sebelum beliau menyandang gelar Gubernur. Dalam sebuah kuliah umum yang diadakan oleh sebuah universitas ternama di Semarang, Jokowi pernah berbagi tips penting dalam meraih kesuksesan.

Tak muluk-muluk, beliau hanya memberikan dua tips saja. Dua tips tersebut adalah:

1. Mimpi

Semua orang bisa bermimpi, semua orang pun berhak memiliki mimpi yang sebesar-besarnya. Tidak ada mimpi yang terlalu besar, bahkan untuk orang kecil sekalipun. Jokowi menegaskan manusia harus memiliki mimpi yang besar jika ingin menjadi sukses dalam bidang bisnis maupun dalam bidang apapun. Bermimpi sangat mudah, namum jangan sampai terlena. Raih mimpi tersebut, jangan hanya menjadi angan-angan belaka.

2. Segera Mengambil Keputusan

Tips sukses ala Jokowi yang kedua adalah kecepatan mengambil keputusan. Jokowi berkata bahwa setiap keputusan membutuhkan keberanian. Dengan segera mengambil keputusan maka gerbang menuju kesuksesan agar terbuka lebar. Beliau juga mengambil perumpaan: saat Anda ingin masuk ke danau, jangan hanya karena Anda takut ada buaya, maka Anda menghentikan langkah Anda untuk memasuki danau tersebut. Mungkin saja, di dalam danau tersebut ada intan dan mutiara yang di dapatkan.

Beliau juga menambahkan bahwa Anda harus berani menghadapi dan mengenal buaya tersebut Mungkin saja buaya tersebut dapat dimanfaatkan, entah kulitnya atau organ tubuh lainnya.

Nah, dengan bermodal dua pemahaman tersebut lah beliau mengambil keputusan untuk menjalankan proyek MRT di Jakarta.

Seperti yang sudah digembar-gemborkan oleh media, bahwa proyek MRT ini akan mengatasi kemacetan di Jakarta dan direncakan akan rampung pada 2018 nanti.

Beliau menjelaskan, sebelumnya pemerintah tak menyetujui hal tersebut dengan alasan jika ada kereta bawah tanah maka akan terkena banjir. Namun Jokowi berpikir bahwa sudah banyak ahli yang dapat mengatasi hal tersebut. Jadi untuk apa takut?

Jadi, mengapa Jokowi sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta? Karena beliau merasa setara dengan masyarakat sehingga warga Indonesia mendukung penuh kegiatan beliau. Ditambah pemahaman (tips sukses ala Jokowi) akan mimpi dan kecepatan mengambil keputusan yang menuntunnya untuk membangun Jakarta menjadi kota yang lebih baik.

sumber: kompas, teropongbisnis

This post has already been read 1246 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter