Jika Jakarta tidak memiliki Stasiun Tanjung Priok, mungkin tak akan ada pelabuhan di Jakarta Utara.

Mengapa? Sebab, Stasiun Tanjung Priok dibangun untuk menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan Batavia. Karena pada masa itu, sebagian besar wilayah Tanjung Priok adalah hutan dan rawa-rawa. Jadi, dibutuhkan sarana transportasi yang aman, yaitu kereta.

Tepatnya pada tahun 1914 Stasiun Tanjung Priok dibangun, pada masa Gubernur Jendral A.F.W. Idenburg (1909-1916). Namun pada awal Januari 2000, stasiun ini tidak difungsikan. Dikarenakan kondisi bangunannya yang semakin  memprihatinkan.

Mengenang tentang kondisi bangunan, Stasiun Tanjung Priok memiliki langgam bangunan art deco. Diarsiteki oleh CW Koch Statts Spoorwegen. Layaknya bangunan Eropa yang terlihat anggun sekaligus modern.

Mengenang Stasiun Eropa Di Tanjung Priok-3-jakarta punya cerita
Kebangkitan dan Kejatuhan Untuk Kedua Kalinya

Pada tahun 2008, Stasiun Tanjung Priok mengalami renovasi besar-besaran. Dengan maksud agar stasiun ini dapat difungsikan kembali. Kemudian, oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, stasiun ini difungsikan dan diresmikan pada Maret 2009.

Namun, lagi-lagi stasiun “Eropa” ini mengalami kemunduran. Hal tersebut disebabkan oleh adanya kebijakan tentang penyederhanaan rute KRL Jabodetabek. Akhirnya, pada tahun 2012, Stasiun Tanjung Priok kembali “mati”. Dan, hanya melayani kereta barang peti kemas, serta kereta ekonomi jarak jauh.

Mengenang Stasiun Eropa Di Tanjung Priok-jakarta punya cerita
Primadona Tanjung Priok

Seperti halnya Pelabuhan Tanjung Priok yang kini menjadi tempat wisata di Jakarta, Stasiun Tanjung Priok pun mengalami hal yang sama.

Karena bentuknya yang memiliki ciri khas tersendiri diantara stasiun-stasiun kereta lainnya, alhasil Stasiun Tanjung Priok menjadi salah satu  cagar budaya DKI Jakarta.

Mengenang Stasiun Eropa Di Tanjung Priok-1-jakarta punya cerita
Stasiun ini seringkali menjadi lokasi syuting untuk media pertelevisian, seperti iklan, sinetron, dll. Bahkan, karena dianggap memiliki nilai sejarah tinggi, stasiun ini membuat para wisatawan penasaran dan menunjunginya. walau hanya untuk sekedar foto-foto saja.

Bisa dibilang, primadona wilayah Tanjung Priok bukanlah pelabuhan, melainkan Stasiun Tanjung Priok.

This post has already been read 1272 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter