Modus mencari uang dengan mengedarkan kotak amal akhir-akhir ini makin marak di Jakarta. Banyak anak-anak dilibatkan untuk mencari uang dengan cara seperti ini, sungguh memprihatinkan. Anak-anak tersebut beroperasi di angkutan umum dan rumah-rumah dengan berharap belas kasihan dari orang lain.

Menurut Miftahul Huda, Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan “Sekarang banyak sekali yang memakai modus seperti itu. Tapi tetap kita golongkan itu sebagai penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS),” (17/5).

Dalam seminggu kabarnya belasan PMKS dengan modus tersebut dijaring dan banyak dari mereka adalah anak-anak. Kebanyakan mereka beroperasi di awasan ramai seperti stasiun dan angkutan umum. Pemerintah Daerah menghimbau agar masyarakat tidak memberikan sumbangan di Jalan seperti Perda No 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, di mana pada pasal 40 huruf c disebutkan setiap orang atau badan dilarang memberikan sejumlah uang atau barang kepada pengemis, pengamen, dan pengelap mobil. Bagi yang melanggar pasal tersebut dikenai ancaman pidana kurungan paling singkat 10 hari dan paling lama 60 hari atau denda paling sedikit Rp 100 ribu dan paling banyak Rp 20 juta.

Memang terdengar miris tapi sepertinya tidak ada salahnya untuk mengikuti himbauan pemerintah ini dan menyalurkannya lewat badan resmi agar pemanfaatannya lebih baik lagi.

This post has already been read 771 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter