Sebagian besar destinasi wisata di Indonesia tak lepas dari yang namanya cerita rakyat. Tentu selain dari keindahan alam yang dijual ke berbagai wisatawan, baik lokal dan internasional.Bahkan, cerita rakyat itu sendiri lebih memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan keindahan alam yang ditawarkan. Hal ini justru menjadi nilai tambah tersendiri bahkan batu magnet yang menarik para wisatawan untuk datang berkunjung dan mempelajari lebih jauh cerita rakyat tersebut. Tetapi ada juga cerita rakyat yang memang bukan berasal dari keindahan alam suatu daerah, melainkan dari sisi moral atau pesan yang ingin disampaikan ke generasi mendatang, seperti contohnya adalah cerita rakyat Si Jampang Jawara Betawi. 

Si Jampang Jagoan dari Betawi

Cerita rakyat ini bermula dari seorang anak laki-laki yang dinamakan Jampang, lahir di desa Jampang, Sukabumi Selatan.Bapak berasal dari Banten, sedangkan ibunya berasal dari desa Jampang. Anak lelaki ini tinggalah bersama pamannya di daerah Grogol Depok. Di sinilah, Jampang tumbuh besar dan dirawat oleh pamannya layaknya anak sendiri. Dengan tujuan berbekal ilmu, maka Si Jampang disuruh mengaji kepada seorang guru pengajjian di Grogol Depok, sembari belajar ilmu bela diri di daerah Cianjur supaya bisa membela kebenaran. Kata mutiara dari paman yang diingat adalah “menegakkan kebenaran tapi tanpa kekuatan adalah sia-sia”.

Setelah Si Jampang berhasil menuntut ilmu silat, maka kembalilah ia ke Grogol Depok. Guru silat yang mengajarinya berpesan supaya ilmu silat yang dipelajarinya tidak digunakan untuk berbuat kejahatan, namun kebaikan. Kemudian Si Jampang pun melanjutkan ilmu mengaji agar lebih paham lagi akan nilai-nilai kehidupan dunia. Akhirnya Si Jampang menyampaikan keinginannya untuk pergi merantau ke Betawi dan bersinggah ke rumah temannya di Kebayoran Lama. Ternyata di situ, ia menetap di daerah kekuasaan tuan tanah yang suka bertindak semena-mena terhadap warga setempat. Bila warga tidak memiliki uang untuk membayar pajak, maka sebagai gantinya harta mlik para warga diambil bahkan tak jarang warga sekitar dianiaya karena tidak bisa membayar pajak. Dari situ, timbul keinginan dan tekad Si Jampang untuk membalas perbuatan tuan tanah tersebut di kemudian hari.

Cerita Rakyat

Dari situlah awal mula Si Jampang Robin Hood dari Betawi, cerita rakyat khas Jakarta muncul. Dengan tujuan menegakkan kebenaran, membela keadilan, maka tuan tanah tersebut dilibas oleh Si Jampang untuk mengembalikan harta-harta para warga setempat yang diambil dengan semena-mena tanpa memikirkan akibatnya lebih lanjut.

This post has already been read 7740 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter