Masih ingat dengan lomba yang digelar oleh PT. Jasa Marga Tbk (JSMR) tentang solusi kemacetan jalan tol dalam kota DKI Jakarta? Nah, ternyata lomba ini sudah ada pemenangnya. Siapa sajakah mereka dan apa solusi yang mereka tawarkan?

1. Arifin Azizs MT (PNS Kementerian PU, 54 tahun) dengan Judul Proposal “Mengurangi Kemacetan Tol Dalam Kota Dengan Cara Menurunkan Kecepatan Rencana dan Mengoptimalkan Kapasitas Jalan”

Usulannya mencakup: Menurunkan kecepatan kendaraan, memperkecil kebutuhan ruang, mempersempit jarak marka jalan, meningkatkan kapasitas jalan dan memperbanyak jumlah lajur jalan.

2. Tim Mahasiswa PWK Undip Semarang dengan Judul Proposal “Perpaduan Car Sharing dan Transit Hub

Usulannya mencakup: Penerapan Car Sharing yang berpengaruh pada tarif yang dikenakan, misalnya 1 mobil berisi 1 orang terkena tarif Rp 14.000, kemudian 1 mobil berisi 2 orang terkena Rp 7.000 dan 1 mobil berisi 4 orang terkena tarif Rp 3.500.

3. Agus Alamsyah Yahya (Konsultan, 49 tahun) dengan judul proposal “Pemindahan Pintu Keluar Tol Menjauhi Titik Persimpangan”

Usulannya mencakup: Pintu keluar dipindahkan dan dimajukan lebih awal sekitar 1 km sehingga memberikan ruang yang cukup bagi kendaraan yang akan menuju jalan Sudirman, sehingga titik konflik dapat dihindari, Pemberian kupon diskon kepada pelanggan yang membayar pembayaran tol dengan uang pas.

4. dr Mukhtar Yusuf (dokter Spesialis THT RS Premier Jatinegara (68 tahun)

Solusi yang ditawarkan: Memindahkan posisi masuk tol menjadi sebelum persimpangan, dan pintu keluar tol setelah persimpangan.

5. Heri Purwanto (Karyawan Swasta, 44 tahun)

Solusi yang ditawarkan: Mengurangi kepadatan lalin karena efek persilangan lalu lintas setelah gerbang pintu masuk, Mengurangi kepadatan lalin efek persilangan di dalam jalur tol (depan pintu keluar Tomang), Mengurangi kepadatan penumpukan di pintu keluar kuningan pada jam sibuk.

6. Andika Suhendar (PNS, 29 tahun)

Solusi yang ditawarlkan: Konstruksi fisik dengan penerapan smart exit area (SEA), Solusi sistem one way, Solusi teknologi yaitu penggunaan E-Toll Pass atau E-Toll Card dan Smart Traffic Light System.

7. Lukman Talibo, (Analyst Programmer, 31 tahun).

Solusi yang ditawarkan: Optimalisasi kontrol lalu lintas untuk mengurangi antrean di pintu keluar tol dalam kota Jakarta

8. Tim PWK Institut Teknologi Bandung

Solusi: Ridesharing and Carpooling. Secara sederhana ridesharing adalah suatu proses yang memungkinkan seorang pengemudi memberikan tumpangan ke orang lain. Carpool merupakan salah satu jenis ridesharing yang bersifat pribadi dengan tidak kurang dari dua dan tidak lebih dari lima partisipan dalam suatu kendaraan.

9. Tim PWK Institut Teknologi Bandung (Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota ITB)

Solusi: Papan informasi sebagai solusi dalam mengurangi kemacetan, Layanan SMS sebagai solusi dalam mengurangi kemacetan (SMS Gateway)

10. Prapanca Nugraha (Dokter Umum, 24 tahun)

Solusi: Penerapan Blue Lines atau pembatasan penggunaan lajur jalan di jalan tol, pengguna kendaraan pribadi melebihi penggunaan kendaraan umum di tol dalam kota Jakarta. Blue Lines merupakan jalur khusus kendaraan pribadi di tol dalam kota Jakarta.

Wah, selamat kepada para pemenang. Tetapi, ide-ide kesepuluh pemenang tadi akan dijalankan tidak ya? Atau hanya dijadikan wacana saja? Silakan berpendapat.

sumber: detik.com

This post has already been read 235 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter