Usai Hari Raya Idul Fitri 1434, Jakarta dipadati oleh 51 ribu orang pendatang baru. Nampaknya 36 ribu orang akan menetap dan mengadu nasib di ibukota. Lalu sisanya?

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinas Dukcapil) DKI Jakarta mendata arus balik sejak H+1 hingga H+7 lebaran, dan mendapatkan hasil yang mengejutkan.

Sebanyak 51 ribu pendatang baru masuk ke Jakarta. Sebanyak 36 ribu pndatang baru akan mengadu nasib di Jakarta. Sedangkan sisanya masih ragu-ragu.

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Purba Hutapea, mengatakan, “Namun sekitar 15 ribu pendatang baru masih ragu-ragu menetap di Jakarta,” Menurutnya, Pendatang ragu-ragu ini bisa saja kembali ke daerah asal masing-masing atau mencari pekerjaan di kawasan penyangga Jakarta, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

Namun, angka ini drastis menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 47.832 orang. Mengapa?

Hal ini disebabkan adanya Operasi Yustisil Kependudukan (OYK) yang secara rutin digelar oleh Disdukcapil DKI Jakarta. Selain itu, seperti yang ditulis oleh beritajakarta.com bahwa penyebaran sentra industri di daerah penyangga juga membendung laju urbanisasi.

Murni Sang Pendatang Baru

Contoh saja Murni (20), seorang pendatang asal Desa Wonosari, Kebumen, Jawa Tengah.

Murni memberanikan diri untuk mencari pekerjaan di Jakarta hanya dengan bermodalkan ijazah SMP saja, “Saya hanya lulusan SMP di kampung dan bermaksud mencari pekerjaan di Jakarta. Di kampung saya hanya membantu orangtua yang menggarap lahan milik orang lain dengan penghasilan yang sangat minim,” kata Murni.

Bibinya, Nurita (48), yang tinggal lebih dulu di Kalideres, Jakarta Barat, mengajak Murni untuk datang ke Jakarta, “Makanya, karena kebanyakan menganggur, saya akhirnya diajak bibi ke Jakarta. Katanya mau dicarikan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga atau bekerja di pabrik konvensi,” ungkapnya lagi.

Tidak hanya Murni, sebab Murni hanyalah salah satu dari 36 ribu pendatang baru yang berniat untuk mencari pekerjaan di Jakarta.

Bagaimana menurutmu, apakah Jakarta akan semakin sesak oleh bertambahnya 36 ribu pendatang baru? Silakan berkomentar.

This post has already been read 945 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter