Jl. Jenderal Sudirman dan Jl. MH. Thamrin yang dikenal sebagai pusat perkantoran dan bisnis, akan diubah menjadi “sarang” PKL.

Namun, jangan salah sangka. Bukan berarti trotoar kedua jalan besar tersebut lantas akan penuh sesak dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang menjual dagangannya, melainkan akan dibangun kios untuk PKL.

Kios itu sendiri akan ditempatkan di sekitaran Sudirman sampai Thamrin. Yang menarik adalah, kios tersebut akan buka 24 jam. Jadi, siapapun yang meilntasi jalan tersebut dapat ‘memanjakan lidah’ dengan menikmati jajanan khas PKL.

Wagub DKI Jakarta, Basuki T Purnama, yang memiliki gagasan tersebut. “Rencananya, ada kios khusus di Sudirman yang buka 24 jam, ada tempat duduknya pula. itu yang kita lakukan agar interaksi antar manusianya bagus,” ucap Wagub yang biasa dipanggil Ahok.

Jl Jenderal Sudirman Akan Menjadi Lebih Humanis-jakarta punya cerita
Jl. Jenderal Sudirman Lebih Humanis

Mengutip perkataan Ahok diatas, bahwa kios-kios PKL tersebut dibangun agar tercipta interaksi antar manusia. Atas perkataan tersebut, nampaknya Ahok akan membangun suasana Jakarta yang lebih humanis.

Jika kawasan Sudirman dan Thamrin diibaratkan sebagai sebuah kota, maka Sudirman dan Thamrin termasuk sebuah kota yang penduduknya sangat penuh dan sibuk. Walaupun penuh, namun tak ada interaksi yang terjadi diantara penduduk.

Oleh sebab itu, Ahok berencana untuk melakukan pemugaran pagar-pagar tinggi yang ada di kawasan tersebut.

“Tidak nurut, kita depak”

Walaupun diberi kebebasan untuk berjualan selama 24 jam, namun Ahok menetapkan peraturan kepada PKL. Ahok menjelaskan, “Kios kecil khusus PKL yang bersih dan tertata, apabila buang minyak sisa penggorengan sembarangan, kita tindak. Kalau buang sampah semarangan, kita tindak. Tidak nurut, kita depak”.

Bahkan, Ahok akan memasang CCTV di stiap kios dan sudut gedung. Dengan maksud agar kios-kios tersebut tak digunakan untuk hal-hal yang negatif.

Jl Jenderal Sudirman Akan Menjadi Lebih Humanis-2-jakarta punya cerita

Sepertinya Ahok masih belum berubah, tetap tegas dan gahar terhadap PKL. Semoga untuk rencana yang satu ini berjalan dengan lancar dan tak ada masalah.

Bagaimana, setuju dengan rencana ini? Atau justru terlalu muluk? Silakan beri komentar.

sumber: detik, beritajakarta, kompas

This post has already been read 889 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter