Seperti tahun-tahun sebelumnya, kemacetan adalah masalah krusial dan klasik bagi kota metropolitan seperti Jakarta. Kendaraan pribadi seperti motor dan mobil berjejalan di jalan membuat barisan lurus ke belakang seperti ular raksasa tak berdaya di tengah jalan raya. Kondisi seperti itu selalu terjadi tiap harinya di Jakarta. Kondisi macet dan cuaca ekstrim membuat emosi meningkat dan tidak nyaman. Bisa jadi, tinggal di Jakarta membuat orang waras menjadi gila dan orang gila jadi makin gila. Kemacetan raksasa tiap harinya membuat lelah jiwa dan raga. Dengan adanya kemacetan di Jakarta, apa kata Jokowi untuk menanggulangi kondisi itu?

Untuk menanggulangi kemacetan di Jakarta, kata Jokowi adalah Jakarta harus meningkatkan jumlah armada transportasi massal di Jakarta. Hampir 78% masalah banyaknya orang yang memiliki kendaraan pribadi tapi tidak digunakan sebagaimana mestinya. Kendaraan pribadi seperti mobil hanya diisi oleh satu orang. Padahal, mobil yang dipakai dapat dimuati 4-6 orang, misalnya. Jika dikalikan sebanyak jumlah penduduk Jakarta yang tinggal di Jakarta dan dipakai dalam waktu bersamaan, kondisi jalan Jakarta pasti sangat macet. Belum lagi masalah kendaraan bermotor yang meningkat tiap tahunnya. Angkutan umum seperti bis dan angkutan kota tidak terlalu diminati. Alasannya, kendaraan umum tersebut tidak aman dan rawan aksi kriminalitas.

kemacetan di Jakarta, jokowi, apa kata jokowi

Menimang-nimang permasalahan kemacetan di Jakarta, Jokowi menambah armada transportasi massal di Jakarta merupakan solusi yang tepat. Para pengendara mobil pribadi dapat dialihkan ke transportasi massal seperti bus, metro mini, dan angkutan umum. Akan tetapi Jokowi harus benar-benar cermat terkait pengelolaan dan kualitas keamanan transportasi massal untuk masyarakat. Citra bus dan angkutan umum sudah tidak terlalu baik di mata masyarakat Jakarta. Seringkali terjadi aksi kriminalitas di angkutan umum dan bis. Tak jarang berita lokal maupun nasional mempublikasi berita-berita itu. Jokowi harus tanggap dengan permasalahan itu. Keamanan adalah bagian dari fasilitas yang harus diperhatikan Jokowi saat meningkatkan jumlah armada transportasi massal.

Akan tetapi, solusi itu belum bisa sepenuhnya dijalankan oleh Jokowi. Untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, Jokowi mengatakan masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Pemprov DKI belum sanggup membiayai peningkatan armada transportasi. Pemprov DKI pun memutuskan bahwa tahun depan akan diterapkan sistem electronic road pricing (ERP) di beberapa kawasan. Setelah monorel dan MRT berjalan, kebijakan tarif parkir dan pajak progresif kendaraan akan dinaikkan. Semua itu ditujukan untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang menyebabkan macet.

This post has already been read 766 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter