Lagi, sopir metromini melakukan aksi demonstrasi di Balai Kota terkait penyitaan angkutannya. Demi kebersamaan, sopir metromini pun men-sweeping rekan-rekannya yang tak ikut demo.

Dengan keterpaksaan, beberapa sopir metromini dan kopaja ikut berdemo di depan Balai Kota. Sebab, mereka dipaksa untuk ikut dengan cara sweeping di tengah jalan. Alhasil mereka pun ikut serta. Sebab, para pendemo yang memaksa mereka membawa besi dan bambu, lalu memukulkannya ke tubuh bus tersebut.

Demo kali ini masih terkait penyitaan angkutan metromini yang terkena razia karena tak memiliki surat-surat lengkap, dan juga mengeluhkan rencana dihapuskannya metromini.

Sejauh ini sudah ada 140 metromini yang dikandangkan di Rawa Buaya, Pulogebang, dan Tanah Merdeka.

Kondisi ini bagaikan ‘buah simalakama’ bagi para penumpang metromini.

Di satu sisi, penumpang sangat menyetujui adanya penyitaan angkutan yang tak layak jalan, namun, di sisi lain, penumpang juga merasa dirugikan dengan semakin sedikitnya armada, terlebih seperti sekarang dimana metromini tak beroperasi karena sedang berdemo.

Semoga keadaan ini berlangsung aman dan cepat berlalu. Silakan berkomentar.

sumber: tribunews, kompas

This post has already been read 631 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter