Demo kenaikan BBM mericuhkan suasana gedung DPR/MPR, mereka yang berdemo kian khawatir akan dampaknya. Salah satu dampak yang jelas terasa adalah kenaikan tarif angkot.

Anggota DPR RI telah memutuskan untuk menyetujui Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBDP), karenanya Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, Sudirman, sudah siap siaga untuk ikut menaikkan tarif angkutan umum.

Jelasnya, Sudirman akan menaikkan tarif angkutan umum sekitar 30 persen. Hal itu akan terjadi jika memang pemerintah pusat benar-benar menaikkan harga BBM.

“Ketika harga BBM benar-benar dinaikkan, kita lihat berapa. Lalu kita menyusun suatu pola-pola secara prosedural, itu akan menyusun angka-angka yang secara garis besar melihat dampak kenaikan BBM pada harga suku cadang kendaraan dan lainnya,” ungkap Sudirman kepada Okezone.

Nah, kalau tarif angkutan dinaikkan, siapa yang merugi? Jelas penumpang, apalagi penumpang kelas menengah kebawah. Tarif standar mikrolet Rp 2000, jika dinaikkan 30 persen, kemungkinan tarif akan sekitar Rp 2500 sampai Rp 3000.

Mungkin, penumpang ibu-ibu akan berkata begini, “Aduh, apa-apa mahal sekarang, naik angkot aja mahal, udah gitu macet, desak-desakan, panas lagi, gimana sih ini pemerintah?”

Kalau sudah begitu, siapa yang sebenarnya rugi?

This post has already been read 863 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter