Gubernur Jokowi Dodo mengajukan usulan kepada Ketua DPRD DKI Jakarta berupa Surat Gubernur DKI Jakarta Nomor 850/-1.811.4 tertanggal 4 Juli 2013. Yang berisi tentang usulan kenaikan tarif parkir. Rencananya tarif parkir akan naik sebanyak 4 kali lipat atau 400 persen. Namun, apa alasannya?

Sebelum kita sampai ke penjelasannya, lebih baik melihat rincian kenaikkan usulan tarif parkirnya terlebih dulu.

Tarif di Kawasan Pengendalian Parkir (KPP)
- Mobil: Rp 6.000 hingga Rp 8.000 per jam
- Bus, truk, dan sejenisnya: Rp 9.000 hingga Rp 12.000 per jam
- Sepeda motor: Rp 2.000 hingga Rp 4.000 per jam
- Sepeda: Rp 1.000 satu kali parkir

Parkir di jalan Golongan A:
- Mobil: Rp 4.000 hingga Rp 6.000 per jam
- Bus dan truk: Rp 6.000 hingga Rp 9.000 per jam
- Sepeda motor: Rp 2.000 hingga 3.000 per jam

Tarif parkir di jalan Golongan B:
- Mobil: Rp 2.000 hingga Rp 4.000 per jam
- Bus dan Truk: Rp 4.000 hingga Rp 6.000 per jam
- Sepeda motor: Rp 2.000 per jam

Tarif parkir di tempat parkir lingkungan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta:
- Mobil: Rp 4.000 hingga Rp 5.000 untuk satu jam pertama dan Rp 2.000 hingga Rp 4.000 untuk jam berikutnya
- Bus dan truk: Rp 6.000 hingga Rp 7.000 untuk jam pertama dan Rp 3.000 untuk jam berikutnya
- Sepeda motor: Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per jam

Sedangkan tarif penitipan kendaraan atau park and ride milik pemerintah:
- Mobil dan bus: Rp 5.000 per hari
- Sepeda motor: Rp 2.000 per hari
- Sepeda: Rp 1.000 per hari
- Tarif parkir valet: Rp 20.000

Penjelasan

Kenaikan ini dilakukan bukan tanpa alasan, demi menuntaskan kemacetan yang ada di Jakarta, tarif parkir dinaikkan guna mendorong pengendara untuk parkir di dalam gedung.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiaran DKI Jakarta, Enrico Vermi mengatakan, “Parkir di badan jalan adalah salah satu penyebab kemacetan. Tapi soal tarif kita harus berhati-hati, parkir di gedung saja yang maksimal Rp 4.000 per jam banyak diprotes, apalagi tarif parkir on the street yang lebih mahal dari parkir gedung. Tapi ini masih akan dibahas,” katanya.

Foto: solopos

Foto: solopos

Enrico pun menjelaskan kemungkinan yang akan terjadi jika tarif dinaikkan, “Dengan tarif yang mahal, orang akan berpikir dua sampai tiga kali untuk membawa kendaraan ke tengah kota. Sehingga fungsi dan kapasitas badan jalan bisa dikembalikan untuk lalu lintas kendaraan,”.

Saat ini juga terdapat 378 lokasi parkir di badan jalan, dengan total 12.550 Satuan Ruang Parkir (SRP). Dari 378 lokasi parkir badan jalan, sebanyak 132 lokasi akan dihapus secara bertahap. Namun itu pun harus lebih dulu memperhitungkan lahan pengganti.

Jadi, itulah penjelasannya. Nah, apa menurutmu kenaikkan tarif parkir ini merupakan ide yang baik? Atau justru ide yang buruk? Silakan berikan pendapatmu, dan jangan lupa alasanya.

sumber: beritajakarta, kompas

This post has already been read 819 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter