Terhitung sejak 13 Januari hingga 12 Februari 2014, Jakarta diyatakan siaga banjir. Lantas, upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah banjir Jakarta 2014?

Bukan tanpa alasan, terjadinya banjir adalah tanggung jawab kita bersama. Jakarta bukan kota mati yang tidak memiliki warga, oleh sebab itu, kita sebagai warga harus mencegah agar banjir tidak terjadi. Tetapi nyatanya masih sulit. Bukan karena kita tak berusaha, namun karena kita belum maksimal dalam berupaya dalam mencegah banjir.

Bagi Anda yang tak terkena dampak banjir mungkin masih tersenyum lega. Tetapi bagi warga lainnya yang tinggal di daerah rawan banjir, tentunya mereka pun sudah jengah akan keadaan tersebut. Lantas, Apa yang bisa dilakukan oleh kita sebagai warga Jakarta? Berikut upaya-upaya yang bisa kita lakukan, dimulai dari hal yang paling kecil:

1. Membuang Sampah Sembarangan

Jangan biarkan hal ini menjadi budaya. Membuang sampah sembarangan adalah bukanlah hal yang terpuji. Sebetulnya saya pun masih tidak mengerti, sejak masih duduk di Sekolah Dasar kita sudah diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Mengapa? Sebab membuang sambah sembarangan dapat membuat aliran air di selokan dan sungai terhambat. Karena tersumbat, otomatis air akan menggenang dan meninggi, dan terjadilah banjir. Tempat sampah di trotoar jalan bukan pajangan.

2. Bersihkan Selokan

Guru SD juga mengajarkan untuk selalu bergotong royong dalam membersihkan selokan di lingkungan sekitar. Mengapa? Sekali lagi, agar aliran air tidak tersumbat. Marilah membiasakan diri untuk melakukan gotong royong membersihkan lingkungan. Mungkin hal tersebut bisa dilakukan sebanyak 1 kali dalam sebulan.

3. Menanam Pohon

Tengoklah pemandangan di sekitar lingkungan rumahmu, adakah penghijauan di sekitarmu?  Sebab menanam pohon adalah satu satu cara yang paling efektif dalam mencegah banjir. Tanaman menyerap air, dengan begitu tidak akan ada air yang menggenang, sebab air terserap ke dalam tanah.

banjir jakarta 2014
Mungkin tiga hal diatas adalah upaya yang bisa kita lakukan demi mencegah terjadinya banjir. Tentunya kita tak ingin agar banjir Jakarta 2013 terulang?

Jika kita sudah terbiasa dalam melakukan upaya pencegahan tersebut, lantas upaya apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam mencegah banjir?

banjir jakarta 2014
Tidak hanya kita, pemerintah Jakarta pun memiliki caranya sendiri dalam mencegah banjir Jakarta 2014 agar tak semakin ‘keterlaluan’. Simak upaya pemerintah di bawah ini:

1. Normalisasi Sungai

Seperti yang kita tahu bahwa sungai-sungai di Jakarta seperti Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, dan Sunter sudah dinormalisasi dari berbagai macam sampah. Lebih dari itu, pendalaman sungai juga telah dilakukan.

Bahkan, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, juga telah membuat rumah susun untuk warga yang menempati daerah kumuh sekitar sungai dan waduk. Mengapa? Sebab, dengan adanya warga di sekitar sungai dan waduk maka sungai tak akan pernah bersih dari sampah. Logika yang sangat mudah.

2. Sumur Serapan

Ribuan sumur resapan dibuat demi mencegah terjadinya banjir Jakarta. Walaupun tidak berpengaruh besar terhadap pencegahan banjir, namun dengan adanya sumur resapan maka genangan air akan terserap ke bawah. Jadi, air buangan ke sungai akan berkurang sebab terserap sebagian air genangan terserap oleh sumur resapan.

3. Modifikasi Cuaca

Demi mencegah terjadi banjir susulan di Jakarta, pemerintah menggunakan teknologi modifikasi cuaca, yaitu menggunakan garam semai. Bagaimana cara kerjanya? Dengan Pesawat Hercules, garam akan dijatuhkan ke gumpalan awan yang telah ditargetkan. Yakni gumpalan awan yang belum memasuki aliran sungai di hulu dan di hilir. Garam yang telah dijatuhkan akan mempercepat proses gumpalan awan menjadi hujan. Namun hujan akan terjadi di daerah laut, tidak di aliran sungai.

Sementara itu, untuk melihat daerah mana saja yang terkena banjir, silakan melihat peta digital banjir.

Nah, itu tiga hal penting yang telah dilakukan  oleh pemerintah demi mencegah banjir Jakarta 2014. Semoga upaya-upaya diatas mampu mencegah terjadinya banjir susulan.

Atau Anda memiliki upaya lainnya yang lebih efektif? Silakan beri tahu saya dengan berkomentar di bawah ini.

This post has already been read 5425 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter