Melihat cuaca di Jakarta beberapa minggu terakhir sangat tidak stabil. Siang hari terasa panas, sedangkan di malam hari terasa dingin. Namun, cuaca lebih terasa menyengat di kala siang. Mengapa bisa begitu?

Kepala Sub Bagian Informasi Badan Meteorologi Klimataologi dan Geofisika (BMKG), Hari Tirto Djatmiko, menjelaskan bahwa penyebab cuaca panas tersebut.

Ia mengatakan bahwa wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sedang mengalami puncak musim kemarau. Oleh karena itu, cuaca di siang hari akan lebih panas menyengat.

“Sekarang puncaknya musim kemarau dan itu biasa terjadi. Hal itu norman-normal saja di musim kemarau saat ini di mana biasanya pada siang hari cuacanya sangat panas dan pada malam harinya akan  sangat dingin,” kata Hari Tirto.

Ia pun menjelaskan bahwa kkondisi seperti ini akan berlangsung hingga akhir bulan Agustus dan awal September. “Kalau pun ada peluang hujan skalanya kecil sekali dan paling hanya hujan ringan saja. Peluang hujan terjadinya hanya di sekitar wilayah selatan Jakarta, skalanya sangat lokal,” jelasnya.

Dengan kondisi cuaca seperti ini diharapkan agar masyarakat menjaga kondisi tubuh. Karena seperti yang dijelaskan, bahwa di siang hari sangat panas, sedang kan di malam hari sangat dingin.

Semoga kondisi puncak kemarau ini lebih cepat berlalu. Silakan berkomentar.

sumber: beritajakarta.com

This post has already been read 846 times!

Let's Share...Email this to someoneShare on FacebookShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestPrint this pageShare on RedditShare on StumbleUponShare on TumblrTweet about this on Twitter